Berat sebenarnya meninggalkan ITB…

Dscn1267 Lagu ini jadi sering kudengerin menjelang aku memutuskan "off" dari kerjaanku sebagai dosen di Teknik Informatika ITB. Rasanya berat banget meninggalkan ITB, tapi aku sudah sampai pada suatu keputusan bahwa aku harus segera "moving forward".

Mank di ITB ga bisa ya ?

Begitulah pertanyaan yang sering kudapat..

Ya sudahlah, aku lagi pengen berlayar…… (actually not as that simple…:)). Lagu nya mas Rod Steward ini terasa dalam sekali maknanya…..

I am sailing,

I am sailing, Home again cross the sea.

I am sailing, stormy waters, To be near you, to be free.

I am flying, I am flying, Like a bird cross the sky.

I am flying, passing high clouds, To be with you, to be free.

Can you hear me, can you hear me Thro the dark night, far away, I am dying, forever trying, To be with you, who can say.

Can you hear me, can you hear me, Thro the dark night far away. I am dying, forever trying, To be with you, who can say.

We are sailing, we are sailing, Home again cross the sea.

We are sailing stormy waters, To be near you, to be free. Oh lord, to be near you, to be free. Oh lord, to be near you, to be free, Oh lord.

31

10 Responses to “Berat sebenarnya meninggalkan ITB…”

  1. Yohanes Says:

    Tenang aja, kalo emang jodoh nanti kan bisa balik ke ITB :)

  2. Dwi Aji Says:

    Ya semoga saja..:) Paling tidak sekarang masih sering ke RPL tiap sabtu (walaupun bkn sebagai dosen lagi)…

  3. Budi Says:

    Entah mau nangis atau mau ketawa. Ha ha ha. Hik hik hik. Susah memang ITB kita ini.

    Boleh tahu kenapa harus “berlayar”?

  4. Ady Says:

    Nape keluar?

  5. Dwi Aji Says:

    Seandainya aku adalah Prof Samaun Samadikun (alm. semoga Allah memuliakan namanya), tentu aku ngga akan keluar. Aku bukan beliau yang ikhlas mengabdi untuk ITB tanpa memikirkan pamrih (uang, penghargaan dan kenyamanan bekerja). Karena aku masih memikirkan ketiganya, rasanya aku tidak pantas berlama2 menjadi dosen di ITB.

  6. Arya Says:

    semangat terus mas! doa kami menyertai :) insyaAllah saat ini diberikan jalan yang terbaik… seperti kata mas Yohanes, siapa tahu di masa depan dipertemukan lagi dengan ITB yang tercinta… ;)

  7. Teguh Eko Says:

    Sangat bisa dimengerti. yang penting tidak ada peynesalan, hidup adalah pilihan. Tetap semangat dan terus tawakal. Salam dan doa kami untuk keluarga dari Yokohama.

  8. Ismail Says:

    Mungkin sekali waktu saya perlu diskusi dengan Mas Aji juga nih :)

  9. Sila Says:

    Wah.. Akhirnya sempet berkunjung ke blog ‘Pak Dosen’.. Foto nya yang pas ngajar di kelasku dulu dong..biar numpang beken. Hehe..

    Pokoknya gudlak di kolam yang sekarang ya.. Amiiin.. :)
    ~[sil]

  10. Rofiq Says:

    Sama pak
    Aku dulu juga berat sekali meninggalkan ITB. Berat karena untuk ninggalin ITB harus lulus dulu, sementara udah males kuliah :p Tapi alhamdulillah bisa. Aku dulu juga banyak mroyek di kampus, tapi akhirnya ke jakarta juga. Ya.. nikmatilah hidup di jakarta.

Leave a Reply